1. Teman yang seperti udara, yang selalu dibutuhkan.

Teman yang meberi manfaat pada anda dalam agama dan maemberi anda keuntungan dalam urusan dunia. Di kanca pergaulan dia selalu membuat kita gembir. Dengan menemaninya, kehidupan yang kita jalani terasa begitu nikmat.

.
2. Teman yang sepertyi makanan, yang kita tak bisa hidup tanpa dia.

Tetapi, ada mkanan yang tidak enak rasanya atau susah utnuk dikunyah dan ditelan. Teman yang meberi manfaat dalam dunia dan agama, tetapi kadang dia membuat anda merasa terganggu karena sifat keras, lantaran watak pemarahnya, atau karena sikapnya yang militan dan kaku

3. Teman yang seperti obat.

Pahit rasanya tapi suatu ketika kita harus meminumnya kalau ingin sehat. Teman yang anda bergaul denganya karena keadaan yang memaksa atau kebutuhan yang mendesak. Anada memang memetik manfaat darinya, tapi anda tidak menyukai agamanya, dan sebenarnya anda tidak begitu suka bergaul denganya.

4. Teman yang seperti arak terasa nikmat ketika diminum.

Teman yang hanya memberi kenikmatan dan kesenagan sesaat. Tanpa disadari, manfaat sekejap yang diperoleh itu justru merusak pekerti dan menghancurkan akhirat anda.

5. Teman yang seperti bala.

Jelas-jelas itu adalah teman yang sama sekali tidak berguna, baik untuk kepentingan dunia apalagi untuk kepentingan akhirat. Di dalam ucapan dan perbuatan, ia tidak akan membuat anda senangm tetapi anda harus menemaninya karena suatu sebab.

            Yang sangat prinsipal bahwa hendaknya anda menjadikan agama sebagai barometer, menjadikan ridho ALLAH SWT sebagai timbangan. Maka, barang siapa yang membawa manfaat bagi agama anda, berpeganglah padanya kecuali ia orang yang tidak mungkin anda pergauli. Dan barangsiapa yang mebuat anda celaka, singkirkanlah dan tinggalkanlah kecuali anda betul-betul terpaksa menemaninya. Persahabatan itu sifatnya darurat, sedangkan sesuatu yang darurat itu dapat mengubah segala larangan menjadi boleh, asal tidak melampaui batas-batas darurat dalam persahabatan.

            Sedangkan orang yang tidak mebahayakan agama anda, tetapi diapun tidak memberikan manfaat dalam urusan dunia anda, meskipun dia seorang yang lucu dan menyenangkan.pergaulilah ia sebatas mengambil manfaat dari lelucon-leluconnya, asal pergaulan itu tidak mengganggu anda dari melaksanakan kewajiban dan tugas-tugas serta tidak meyeret anda kejurang kehinaan dan kebinasaan. (As-suderi, M. 1997. Bahaya Teman. Jakarta: Gema Insani Press)