PEMBAHASAN

A.Pengertian Evaluasi Performansi
Menurut Bambang dan Tumardi (2003:30) “Penilaian performansi (performance assessment) adalah proses mengumpulkan informasi melalui pengamatan secara sistematis untuk mengambil keputusan terhadap siswa. Sedangkan dalam Prosedur Penilaian (2006:17) performance assessment adalah suatu penilaian yang meminta peserta tes untuk mendemonstrasikan atau mengaplikasikan pengetahuan, sikap ke dalam berbagai macam konteks kehidupan sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
Menurut Jihad dan Haris (2008:99) penilaian performansi juga dapat disebut dengan penilaian unjuk kerja, yang maksudnya merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menurut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olahraga, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi,dll. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.
Penilaian performansi bukan ditekankan pada pemberian tes, tetapi lebih ditekankan pada assesment, yang mengandung pengertian menggunakan berbagai teknik atau metode, lebih mendasarkan pada pengamatan, dan mengintegrasikan berbagai informasi.

Menurut Mardapi dalam Bambang dan Tumardi (2003:30) ada lima komponen yang terkandung pada performance assessment :
1.performance assessment adalah suatu proses, bukan suatu tes atau pengukuran tunggal.
2.fokus dari proses adalah mengumpulkan informasi dengan menggunakan berbagai pengukuran dan strategi.
3.data dikumpulkan melalui pengamatan yang sistematis
4.data dipadukan untuk menentukan kebijakan
5.subjek penentu kebijakan adalah individu, bukan program atau produk aktivitas kelompok

B.Kriteria Evaluasi Performansi
Menurut Bambang dan Tumardi (2003:31) penilaian performansi juga tidak hanya diarahkan pada hasil, tetapi lebih ditekankan pada proses. Untuk menelaah performansi sasaran dilakukan melalui pemberian tugas performansi (performance task). Ada dua karakteristik utama tugas performansi tugas (performance task):
1.tugas performansi memerlukan periode atau masa waktu yang relative panjang untuk mengerjakan atau menyelesaikannya
2.tugas performansi membuat siswa menemukan suatu pengetahuan baru.
Menurut Popham yang dikutip Mardapi dalam Bambang (:31), ada tujuh criteria yang dapat digunakan untuk menilai tes atau tugas performansi yaitu:
1. generalizability, artinya sejauh mana performansi siswa pada tugas yang dikerjakan berlaku untuk tugas sejenis
2. authenticity, artinya apakah tugas yang dikerjakan siswa sama atau sepadan dengan tugas di dunia luar
3. multiple focus, apakah tugas yang diberikan mengukur hasil pembelajaran yang banyak
4. teachability, artinya apakah kemampuan atau keterampilan siswa meningkat sebagai hasil dari guru dalam melaksanakan proses pembelajaran
5. fairness, artinya apakah tugas yang diberikan kepada semua siswa cukup adil, tidak bias gender, etnik atau status social ekonomi
6. feasibility, artinya apakah tugas yang dikerjakan siswa realistic ditinjau dari biaya, waktu, dan peralatan yang dibutuhkan.
7. scorability, artinya apakah tugas yang diberikan akan memberikan hasil yang andal dan akurat.

C.Langkah-langkah dalam melakukan Evaluasi Performansi
Langkah-langkah umum yang perlu dilakukan dalam melakukan performance assessment adalah:
1.menetapkan tujuan pembelajaran, baik tujuan internal maupun eksternal
2.menetapkan standar assessment
3.menetapkan tugas dan instrument assesmen
4.melaksanakan dan melakukan monitoring assessment
Langkah” penilaian kinerja
1.melakukan identifikasi terhadap langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir (output) yang terbaik
2.menuliskan perilaku kemampuan” spesifik yang penting dan diperlukan untuk menyelesaikan tugas dan menghasilkan hasil akhir (output) yang terbaik.
3.membuat criteria” kemampuan yang akan diukur jangan terlalu banyak sehingga semua criteria tersebut dapat diobservasi selama siswa melaksanakan tugas
4.mendefinisikan criteria kemampuan-kemampuan yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang harus dapat diamati atau karakteristik produk yang dihasilakan
5.urutkan criteria-kriteria kemapuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang dapat diamati
6.kalau ada periksa kembali dan bandingkan dengan kriteria-kriteria kemampuan yang dibuat sebeleumnya oleh orang lain di lapangan

D.Teknik Penilaian Performansi
Menurut Jihad dan Haris (2008:99) pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik, misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan melakukan wawancara. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut:
1)Daftar Cek (Check-list)
Penilaian ujuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). Dengan menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat damati oleh penilai. Jika tidak diamati, peserta didik tidak memperoleh nilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamat, baik-tidak baik. Dengan demikian tidak dapat terdapat nilai tengah, namun daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar.

Contoh check list
Format Penilaian Pidato Bahasa Inggris
Nama peserta didik: _______________________________ Kelas: ____________

No
Aspek Yang Dinilai
Baik
Tidak Baik
1
Organization (introduction, body, conclusion)
 
 
2
Content (depth of knowledge, logic)
 
 
3
Fluency
 
 
4
Language:
 
 
 
Pronunciation
 
 
 
Grammar
 
 
 
Vocabulary
 
 
5
Performance (eye contact, facia expression, gesture)
 
 
Skor yang dicapai
 
Skor Maksimum
7
Keterangan
Baik mendapat skor 1
Tidak baik mendapat skor 0

2)Skala Penilaian (Rating Scale)
Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum dimana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten, 2 = cukup kompeten, 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten. Untuk memperkecil faktor subjektivitas, perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang, agar hasil penilaian lebih akurat.

Contoh Rating Scale
Format Penilaian Pidato Bahasa Inggris
Nama peserta didik: _______________________________ Kelas: ____________

No
Aspek Yang Dinilai
Nilai

1
2
3
4
1
Organization (introduction, body, conclusion)
 
 
 
 
2
Content (depth of knowledge, logic)
 
 
 
 
3
Fluency
 
 
 
 
4
Language:
 
 
 
 
 
Pronunciation
 
 
 
 
 
Grammar
 
 
 
 
 
Vocabulary
 
 
 
 
5
Performance (eye contact, facia expression, gesture)
 
 
 
 
Jumlah
 
 
 
 
Skor Maksimum
28

Keterangan penilaian:
1 = tidak kompeten
2 = cukup kompeten
3 = kompeten
4 = sangat kompeten

Kriteria penilaian dapat dilakukan sebagai berikut
1.Jika seorang siswa memperoleh skor 26-28 dapat ditetapkan sangat kompeten
2.Jika seorang memperoleh skor 21-25 dapat ditetapkan kompeten
3.Jika seorang siswa memperoleh skor 16-20 dapat ditetapkan cukup kompeten
4.Jika seorang siswa memperolwh skor 0-15 dapat ditetapkan tidak kompeten

KESIMPULAN

Penilaian performansi (performance assessment) adalah proses mengumpulkan informasi melalui pengamatan secara sistematis untuk mengambil keputusan terhadap siswa. Performance assessment adalah suatu penilaian yang meminta peserta tes untuk mendemonstrasikan atau mengaplikasikan pengetahuan, sikap ke dalam berbagai macam konteks kehidupan sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
Penilaian performansi juga dapat disebut dengan penilaian unjuk kerja, yang maksudnya merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian performansi bukan ditekankan pada pemberian tes, tetapi lebih ditekankan pada assesment, yang mengandung pengertian menggunakan berbagai teknik atau metode, lebih mendasarkan pada pengamatan, dan mengintegrasikan berbagai informasi.
Lima komponen yang terkandung pada performance assessment : a) performance assessment adalah suatu proses, bukan suatu tes atau pengukuran tunggal, b) fokus dari proses adalah mengumpulkan informasi dengan menggunakan berbagai pengukuran dan strategi, c) data dikumpulkan melalui pengamatan yang sistematis, d) data dipadukan untuk menentukan kebijakan, e) subjek penentu kebijakan adalah individu, bukan program atau produk aktivitas kelompok.
Langkah-langkah umum yang perlu dilakukan dalam melakukan performance assessment adalah: a) menetapkan tujuan pembelajaran, baik tujuan internal maupun eksternal, b) menetapkan standar assessment, c) menetapkan tugas dan instrument assesmen, d)melaksanakan dan melakukan monitoring assessment.
Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik, misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan melakukan wawancara. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen yaitu daftar cek (check list) dan skala Penilaian (Rating Scale).

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, Suharsimi. 1993.Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Wiyono, Bambang Budi dan Tumardi. 2003.Evaluasi Pembelajaran. Malang; Universitas Negeri Malang.

Jihad A. Dan Haris A. 2008. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.
Majid A. 2009. Perencanaan Pembelajaran (mengembangkan standar kompetensi guru). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.